Old notes i wrote in facebook notes years ago, still i can feel the agony and the desperate feeling of being apart from my daughter, not that i do that in purpose,,,its just the condition is making us having those circumtances, won't again go back again on that conditions inshaallah..too difficult and too burden.
Aurania Sayang…
Assalamualaikum sayang, apa yang kau lakukan hari ini? Apa saja ceritamu buaat Mama hari ini?Mama Kangen Nak,,,kangen sekali, tiba-tiba saja Mama ingin menulis surat buaat kamu karena tampaknya menelponmu bukan ide yang bagus. Telpon Mama ke kamu selalu berakhir dengan kamu mengulum2 hape Yangti atau malah memencet tombol sana-sini hingga telponnya mati. Apa Kabar di hidupmu Nak, sudah brapa gigimu, sudah berapa pot bunga kau pecahkan hari ini, sudah berapa taplak meja kau tarik2 dr meja? Sudah brapa kali kamu tidur hari ini?Sudah berapa botol kau minum susu hari ini..
Sayang,,,sayang…
Ada yang tidak lengkap setiap, ada ruang kosong dalam hati Mama Papa dan pastinya Kakakmu setiap kami berkumpul tanpamu, puluhan akhir pekan tanpa kehadiranmu. Papa sering tiba tiba berkaca-kaca setiap Papa memandang foto kita sekeluarga dulu. Mama tak banyak tahu soal perkembanganmu Nak, maafin Mama y,,memang tampaknya ada hal-hal yang tak mampu kita rubah dan kekerdilan kita sebagai manusia tak mampu mengatasinya.
Setiap ada yang bertanya rania sudah bias apa, mama selalu dengan getir menjawab..Rania sudah besar sudah berlari..tapi mama kehilangan Momen2 itu, dan tiba2 saja kamu sudah sebesar itu..Mama sayang kamu Nak..My truly Princess Rania..We do love you Sayang.. So Much
Membawamu kembali ke Jakarta memang sebuah plihan yang semua orang tawarkan yang tampaknya terbaik ketika dilontarkan, tapi kenyataan membawa mama pulang ke Lumajang berkali-kali tanpa bisa mampu mencerabutmu dari akarmu..Apa betul kalau Mama bawa kamu ke Jakarta kamu bisa tertawa selepas itu?Kamu bisa berlari sekencang dan sebebas itu?Bisa bercanda dengan banyak temanmu semudah itu?Akankah baik untuk emosimu berpisah dari Tante Alia, Yangti Yangkung, dari Mbak Jum yang mencintaimu sebesar itu…apa Mama bisa menggantikan semua itu Sayang??Pertanyaan yang tak menemukan jawabannya hingga detik ini..Hanya kegalauan yang Mama dapat…dan kamu terlalu kecil untuk bias menjawab.
Suatu saat sayang,,suatu hari yang indah disaat Mama sudah bener2 berdiri tegap dengan langkah yang mantap Mama akan datang menjemputmu, di depan pintu kamar Mama dulu mama mengetuk pintumu dan bilang Rania sayang..mari kita pulang. Suatu saat yang bukan sekarang
Dengan Rindu yang teramat sangat
Mama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar